Jalan kaki
Wisata Yeosu 2026: Rute Santai Menyusuri Pulau dan Pesisir Selatan Korea

Ada kota yang menuntut jadwal ketat, dan ada kota yang justru paling enak dijalani pelan. Yeosu, di ujung selatan Korea, termasuk kelompok kedua: teluknya penuh pulau kecil, kapal feri berangkat dari pelabuhan di tengah kota, dan jalan setapak pesisir bisa disambung dengan makan malam di tepi laut. Pada 2026 kota ini juga menjadi tuan rumah Pameran Pulau Dunia yang berlangsung 5 September hingga 4 November dengan tema "Islands: Connecting the Ocean and the Future". Kabar baiknya untuk pelancong dari Indonesia, Yeosu bukan tujuan yang sulit disisipkan ke rencana perjalanan Korea: sekitar satu jam penerbangan dari Seoul atau Jeju, atau kira-kira tiga jam dengan KTX dari wilayah metropolitan Seoul.
Kenapa Yeosu cocok untuk akhir pekan yang tidak terburu-buru
Jarak tempuh menentukan gaya perjalanan. Karena Yeosu bisa dicapai sekitar satu jam dengan pesawat dari Seoul maupun Jeju, atau sekitar tiga jam naik KTX dari kawasan ibu kota, kota ini realistis dijadikan tujuan dua hari satu malam tanpa membuang setengah hari hanya untuk berpindah. Artinya Anda punya ruang untuk satu hari di daratan dan satu hari di laut.
Musim ini juga kebetulan sedang ramai. Pameran Pulau Dunia 2026 digelar dari 5 September sampai 4 November, jadi agenda budaya dan pergerakan antar-titik pesisir sedang berada di puncaknya. Anggap saja pameran itu sebagai penanda musim, bukan satu-satunya alasan datang — Yeosu tetap menarik meski Anda hanya ingin berjalan kaki dan memotret laut.
Pameran Pulau Dunia 2026: apa yang bisa dilihat
Pameran ini mengusung tema "Islands: Connecting the Ocean and the Future" dan tidak terpusat di satu tempat. Lokasinya tersebar di Distrik Dolsan Jinmo, Pulau Gaedo, Pulau Geumodo, dan EXPO Ocean Park di Yeosu. Penyebaran ini sebenarnya menguntungkan pejalan santai, karena kunjungan ke venue bisa digabungkan dengan perjalanan pulau yang memang sudah ingin Anda lakukan.
Di venue utama terdapat delapan paviliun pameran yang menyorot teknologi kelautan masa depan, akuarium digital, serta zona tematik pulau-pulau dunia dan Korea. Sepanjang penyelenggaraan dijadwalkan 133 pertunjukan di panggung utama dan panggung khusus, termasuk musikal pembuka yang mengangkat legenda putri duyung "Sinjikki" dari Pulau Geomundo. Sementara Pulau Gaedo diposisikan sebagai sub-venue wellness dengan kegiatan berkemah, yoga, dan pilates di alam terbuka — sesi semacam ini layak dilihat sebagai rekreasi, bukan program kesehatan.
Jalan santai di pusat kota dan tepi laut
Untuk setengah hari pertama, mulailah dari atas. Yeosu Maritime Cable Car melintas di atas laut dengan pemandangan Jembatan Dolsandaegyo, Jembatan Geobukseondaegyo, dan Pulau Odongdo; perjalanan pulang-pergi memakan waktu sekitar 25 menit dan berguna untuk memahami bentuk teluk sebelum Anda menjelajahinya dari bawah.
Turun kembali ke daratan, Odongdo menawarkan hutan kamelia terbesar di Korea dengan sekitar 3.600 pohon kamelia yang tumbuh alami, jalur jalan kaki yang menyusuri pesisir, dan mercusuar dengan panorama laut serta pulau-pulau sekitarnya. Dari sana, Kampung Mural Goso-dong memberi suasana berbeda: gang-gang di lereng bukit dihiasi mural tentang sejarah dan karakter maritim kota, dengan pemandangan luas ke arah Pelabuhan Yeosu. Jika Anda bepergian bersama anak atau ingin variasi, Yeosu Art Land punya Observatorium Midas' Hand yang menjorok ke laut, taman patung, bianglala menghadap samudra, skywalk, dan go-kart.
Rasa laut Yeosu: makan malam di tepi pelabuhan
Malam di Yeosu paling terasa di dekat Mercusuar Hamel, tempat Romantic Cart Bars berjajar menghadap laut. Menu andalannya Yeosu Samhap: gurita segar, gatkimchi Dolsan (kimchi sawi berdaun), dan samcan yang dimasak bersama di atas wajan panggang. Bagi yang lebih suka duduk tenang, Jalan Bongsan Gejang Baekban dikenal dengan set kepiting marinasi kecap maupun versi pedas, lengkap dengan lauk pendamping seperti salad ikan lidah mentah dan gatkimchi.
Kalau tanggal perjalanan Anda jatuh di awal Oktober, ada tambahan agenda: World Gimbap & Salt Festival berlangsung di Yeosu Ocean Park pada 9–11 Oktober, dengan kesempatan mencicipi gimbap dan garam laut produksi lokal.
Empat pulau, empat suasana berbeda
Pilih pulau sesuai stamina, bukan sesuai daftar populer. Geumodo cocok untuk pejalan serius: Jalur Bireong-gil membentang 18,5 km dalam lima ruas yang saling menyambung dan butuh sekitar 8 jam 30 menit bila ditempuh utuh — sangat wajar untuk hanya mengambil satu atau dua ruas dalam sehari. Aksesnya sekitar 25 menit dari Pelabuhan Singi di Dolsan, atau sekitar 60 menit dari Terminal Penumpang Pesisir Yeosu.
Geomundo berada sekitar 110 km barat daya Pelabuhan Yeosu, di antara Yeosu dan Jeju, dan menyimpan Mercusuar Geomundo yang pertama kali dinyalakan pada 1905 sebagai mercusuar pertama di pesisir selatan Korea; pulau ini juga menjadi pintu masuk ke Baekdo. Nangdo lebih mudah dijangkau karena tersambung jembatan, dengan jalur pesisir menuju Sinseondae dan Cheonseondae yang memamerkan kekar kolom dan tebing laut, plus makgeolli tradisional Jeotsaem. Sementara Sado dan pulau-pulau di sekitarnya dikenal karena sekitar 3.500 jejak kaki dinosaurus, lapisan batuan sedimen, serta jalur laut yang muncul saat air surut.
Menyusun jadwal dua hari dan hal yang perlu dicek sendiri
Susunan yang masuk akal: hari pertama untuk kota — kabel gantung, Odongdo, Goso-dong, lalu makan malam di tepi pelabuhan. Hari kedua untuk laut — satu pulau saja, dipilih sesuai energi yang tersisa. Jika ingin jalan kaki panjang, ambil Geumodo dengan penyeberangan singkat dari Dolsan; jika ingin santai, Nangdo yang tersambung jembatan lebih ringan secara logistik.
Selama masa pameran, bus shuttle gratis dioperasikan dari sejumlah titik penting di Yeosu menuju venue, dan pemegang tiket pameran juga bisa mendapat potongan harga untuk tur yacht. Detail seperti rute dan jam keberangkatan shuttle, harga tiket masuk, serta tarif kapal dan kabel gantung berubah menurut musim dan tidak kami cantumkan angkanya di sini — konfirmasikan langsung ke penyelenggara dan operator pelayaran sebelum berangkat. Satu catatan terakhir yang sering dilupakan: pelayaran pulau bergantung pada cuaca, dan jalur laut yang muncul saat surut di Sado mengikuti jadwal pasang, bukan jadwal liburan Anda. Siapkan rencana cadangan di daratan.
Korea Tourism Organization en